KARYA TULIS SISWA #3
BULAN : OKTOBER 2022
PEMBIMBING : IDAH HOLIDAH, S. Pd, M. Pd
Penulis : Muhammad Hadi Hidayat
Kelas : IX E
Jenis Karya Tulis : Cerpen
Cinta di Sudut Sekolah
Di
suatu hari ada anak remaja laki-laki, dia sekolah baru kelas 3 SMA. Dia
mempunyai kepribadian yang beda dari orang lain, namun tak disangka-sangka dia
secara diam-diam mmepunyai perasaan suka pada seorang wanita. Namun dia tidak
berani mengungkapkan perasaannya karena malu.
Setelah lama waktu berjalan
remaja laki-laki itu tidak bisa lagi menahan perasaannya yang sudah lama ia
pendam. Pada suatu hari ia berpikir untuk mengungkapkan perasaannya kepada
wanita yang ia sukai. Pada saat itu kurang lebih sekitar pukul 10.00 WIB ia
tidak sengaja bertemu dengan wanita tersebut di sudut sekolah. Remaja lelaki
itu mengajak ngobrol wanita tersebut dan tanpa basa basi ia mengunkapkan
perasaannya sambal tangan dan kakinya bergetar. Wanita itu terdiam dan tak
disangkanya wanita tersebut mempunyai perasaan yang sama kepada remaja lelaki
itu, wanita itu menyatakan secara pelan-pelan bahwa ia juga suka kepada remaja
lelaki tersebut. Laki-laki itu kaget mendengar perkataan wanita tersebut dengan
dicampur bahagia.
Laki-laki itu bilang kepada
wanita tersebut, ”apakah kamu akan bisa menerima saya dengan segala kekurangan
saya. “wanita itu tersenyum sambal menganggukan kepala”. Laki-laki itu sangat
bahagia sampai-sampai dia salah tingkah, dia berjanji akan selalu menjaga
wanita tersebut.
Lelaki itu menyatakan “jika cintaku tidak seindah cinta starlla namun cintaku padamu insya Alloh lillahitaäla.
Penulis : Neng Dalfa Lestari
Kelas : IX E
Jenis Karya Tulis : Cerpen
Kura-Kura yang Baik Hati
Ada sepasang suami istri miskin memiliki anak berwujud seekor kura-kura, Bruek nama kura-kura tersebut. Meskipun berwujud kura-kura, namun is bias bicara seperti manusia, rajin bekerja dan berhati mulia. Suatu hari ia menikahi seorang putri Saudagar kaya. Karena berwujud kura-kura dan sangat miskin maka Saudagar kaya itu mengusir putrinya beserta Bruek si kura-kura.
Setiap malam, Bruek kura-kuar keluar dari tempurungnya dan ia berubah
menjadi pemuda yang gagah dan tampan. Kemuadian ia ke kota membeli banyak
perhiasan dan makanan untuk istrinya. Saat istrinya tahu kalua Bruek Kura-kura
bisa menjelma jadi manusia, maka ia pun lalu membakar tempurung kura-kura yang
ditinggalkan Bruek Kura-kura.
Ajaibnya tempurung yang dibakarnya itu kemudian berubah menjadi rumah
yang besar dan megah. Setelah tempurung kura-kuranya tidak ada maka kini Bruek
kura-kura tidak bisa lagi berubah menjadi kura-kura, kini selamanya ia menjadi
manusia. Maka sejak itu ia pun hidup bahagia bersama istrinya.
Penulis : Rehan Muhamad Faisal
Kelas : IX E
Jenis Karya Tulis : Cerpen
Domba Putih dan Hitam
Ada sebuah jembatan kecil dari
yang menghubungkan dua buah pulau barat dan pulau timur. Jembatan itu
hanya bisa dilalui oleh seekor hewan. Jadi jika ada dua hewan yang menyebrang
bersamaan dana rah berbeda harus ada yang menunggu dulu atau bergantian, sampai
salah satu hewan menyebrang sampai ke ujung jembatan.
Suatu hari, ada dua ekor domba menyebrang dalam waktu bersamaan. “Hei,
domba putih biar aku duluan yang menyebrang”!, seru domba yang berwarna
hitam. ënak saja”1 aku duluan yang
menyebrang!” tolak domba berbulu putih.
Mereka terus berjalan meniti jembatan secara bersamaan karena tidak ada
yang mau mengalah, mereka bertemu di tengah-tengah jembatan akhirnya mereka
aling dorong dan beradu tanduk. Dan beberapa sat kemudian mereka berdua si
domba putih dan si domba hitam terpeleset ke dalam sungai dan hanyut terbawa
arus sungai yang cukup deras.
Penulis : Sallsa Pitriyani
Kelas : IX E
Jenis Karya Tulis : Cerpen
Kuda Si Pemalas
Pada suatu hari ada kuda pemalas yang selalu mengeluh ia merasa berat
dan tidak betah bekerja menjadi delman pada pak Tono. Padahal pak Tono itu
sangat baik hati karena sering malas pak Tono kemudian menjual si kuda tersebut
pada pak Tino. Ternyata bekerja di tempat pak Tino nasib kuda tersebut malah
semain buruk ia harus mengangkut barang-barang yang lebih berat daripada
penumpang delman. Selain itu, pak Tino juga galak dan sering memukulnya karena
sering malas.
Kemudian pak Tino menjual kembali kuda tersebut kepada pak Tomi. Saat
bekerja bersama pak Tomi nasib kuda tersebut lebih buruk lagi. Ia disuruh
bekerja oleh pak Tomi lebih keras dari pagi sampai malam tanpa istirahat.
“kalua begitu aku lebih baik bekerja di pak Tono” keluh kuda tersebut, namun
semua itu sudah terlambat.




Komentar
Posting Komentar