KARYA TULIS GURU BULAN JANUARI
KARYA TULIS GURU BULAN JANUARI 2023
Nama : Elan Siswandi Atmaja, S.Pd
Jenis Tulisan : Cerita Bersambung
GUNUNG ARJUNO “ ANTABOGA ‘ PART 3
Kemudian saya pun berkata.” Ah enggak, … mungkin
salah liat tadi “ ouh.. jawab rahmat…
Sambul muncul banyak sekali pikiran buruk didalam
diri saya, saya pun melanjutkan perjalanan kembali.
Saat setengah perjalanan menuju pos 1 tiba tiba
Cici berhenti, lalu wira yang berada didekatnya bertanya… woy.. ada apa?... eh
wir, lo liat gat uh ada bapak bapak berkumis sedang menatap kearah kita.. “kata
Cici “.
Mana.. sambung wira. Mendengar percakapan itu
beberapa dari kami pun penasaran meliahat kearah yang ditunjuk Cici.. tapi kami
sama sekali tidak melihat apapun.
Ah ente ngigo kali Ci, ucap wira sambil sedikit
mengejek…
Tapi Cici Nampak masih menatap kearah yang dia
tunjuk, seolah olah dia memang melihat sesuatu yang tidak bisa kami lihat..
Lalu desi pun menggandeng Cici untuk sedikit
menenangkannya dan mengajaknya terus berjalan.
Seperti penuh dengan banyak keraguan, Cicipun ikut
berjalan sambil sesekali saya lihat dia terus menengok kearah yang dia tunjuk,
sekan memastikan dengan teliti kalau apa yang dia lihat itu benar benar ada.
Dari basecamp kami memulai dengan tanjakan kemudian
belok kearah kiri untuk bisa mencapai ke pos 1, karena kalau kita belok kearah
kanan merupakan jalur untuk ketempat wisata air terjun kakek bodo dan air
terjun alap-alap. Tak selang lama kami pun sampai di pos 1, Cici yang biasa
rame kalo diajak mendaki selama perjalanan, kini hanya diam tanpa suara. Kami
pun memutuskan untuk istirahat di pos 1. Kebetulan disini ada warung yang bisa
kami gunakan untuk bersantai sejenak.
Kami tidak berniat untuk mendirikan tenda di sini
karena hari masih agak siang sekitar pukul 10.00, jadi masih banyak waktu untuk
melanjutkan perjalanan bahkan mungkin sampai pos 3. Karena rencananya kita
memang berniat untuk mendirikan kemah di pos 3 Pondokan.
Sekitar pukul 12.00 kamipun memutuskan untuk
melanjutkan perjalanan. Terlihat desi dan amel mengajak bicara Cici yang masih
terdiam. seakan masih terenggan untuk berjalan,
Cici pun masih mengukuti perjalanan menuju pos 2.
Perjalanan dari pos 1 “ Pet Bocor “ menempuh sekitar 1 km dari pos 1 kita
menemukan jalan yang di cor menanjak, semakin lama track semakin menanjak dan
kami pun sampai di jalan berbatu dan berliku liku yang cukum menguras banyak
energy kami…
Tiba tiba terdengan suara teriakan dari
belakang… Kyaaaaaaaaaa…..!
pergi….pergi….pergi……!
sontak saya pun menengok, dan ternyata itu adalah
Cici yang meronta ronta dari pangkuan desi dan amel.
saya beserta rahmat yang berposisi didepan langsung
menghampiri, sementara Wira dan Toni sudah sigap menenangkan Cici..
kenapa kamu CI ? kata wira…
lo gak liat orang yang dari tadi ngikutin kita… dan
sekarang dia bergerak semakin dekat…. gue takut….. kata Cici histeris… semua
orang saling menengok serasa tidak mengerti begitupun saya… karena pada
dasarnya saya juga tidak melihat apa apa.. yang ada di sekitar kita sejauh mata
memandang hanya kelompok kami, rumput tinggi dan pepohonan.
tiba tiba saat saat saya melihat ke arah kumpulan
pohon di sebelah atas jalan, saya melihat ada arca yang sama seperti yang saya
lihat di gerbang tadi, cuman sekarang tidak ada ular yang melilitnya, hanya
patung ular yang Nampak melilit arca itu.
sayapun teringat fungsi arca itu menurut
kepercayaan jawa. itu adalah arca Dwarapala. Menurut kepercayaan jawa yang
mengacu pada ajaran siwa, arca itu memiliki fungsi sebagai penjaga gerbang.
arca yang berbentuk seperti dewa jahat dengan ular yang melilit di bahu.
saya pun tidak begitu ambil pusing dengan itu,
mungkin karena kepercayaan mereka jadinya banyak arca itu di bangun di sekitar
perjalanan menuju puncak Arjuno.
kembali milihat ke arah Cici yang masih ketakutan
untuk berjalan, kamipun sepakat untuk mendirikan tenda di pos 2 “ kok kopan “
menurut yang kami baca, kawasan itu merupakan areal terbuka dan ada warung
juga. Jadi cukup aman lah bagi kita untuk berkemah di situ, terlebih waktu yang sudah semakin sore
sementara jarak ke pos 2 pun masih cukup jauh.
waktu terlihat sudah menunjukan pukul 16.00,
perjalanan menuju pos 2 memang agak lambat karena mengikuti pergerakan Cici
yang terus melambat. sambil terus berjalan Cici terus bergerak seperti orang
yang kesurupan.
pergi….. pergi…..
kata kata itu terus dia gumamkan selama perjalanan
sambil sesekali ditenangkan oleh desi dan amel.
akhirnya kami memutuskan untuk berkemah sebelum
sampai ke pos 2, mengingat kondisi yang kurang kondusif akibat sikap Cici yang
tidak seperti biasanya. kamipun mendirikan tenda di areal yang agak terbuka di
sekitar semak belukar, untuk memudahkan kami dalam mendirikan tenda, kamipun
membersihkan ilalang di sekitar perkemahan, selain biar terlihat lebih terang
juga memungkinkan untuk terhindar dari hewan liar seperti ular masuk ke kemah
kami.
Setelah selesai mendirikan tenda kamipun
beristirahat. Mungkin karena lelah, mata saya begitu berat dan tanpa sadar
sayapun terlelap.
KYaaaaaaaaaaa…….! terdengar suara teriakan dari
arah tenda para wanita. sontak saya pun terbangun dari tidur saya dan bergegar
menuju tenda mereka. terlihat Wira, Rahmat, dan Toni sudah berada di sana,
rupanya cuman saya yang tertidur setelah selesai mendirikan tenda. Terlihat
pula Cici yang sedang meronta ronta dan ditahan oleh Desi dan Amel.
Ada apa ? sontak saya bertanya dengan reflek.
Cici kesurupan… kata Amel.
Nama : Fazar Nurhaqqi, S. Pd
Jenis Tulisan : Puisi
”SUKSES”
Hari ini aku bernapas
Saat ini masih ada waktu
Sekarang ini aku akan bertindak
Membangun kesuksesan yang ku inginkan
Tidak ada besok ataupun nanti
Kerena mati tidak selalu pasti
Gagal adalah lawan kesuksesan
Kata – kata yang ku dapat dari seorang ilmuwan
Ini bukan janji – janji ataupun mimpi
Pasti sukses akan terjadi
Aku berdoa, berusaha, dan percaya
Selama masih hidup kemungkinan pastilah bisa
Nama : Idah Holidah, S. Pd, M. Pd
Jenis Tulisan : Puisi
“MANUSIA
TIDAK TAHU DIRI’
Semakin hari
semakin banyak
Manusia
tidak tahu diri
Bertingkah
angkuh seakan pemilik bumi
Memandang
rendah kepada yang tidak sesuai dengan hatinya
Terlalu
serakah dengan membanggakan diri
Menganggap
remeh segala yang terjadi
Bertindak
tak peduli terhadap semua kondisi
Lalu memilih
berpura-pura tak sadar diri
Jika telah
menjadi semacam sampah kotor
Yang
menjijikan di semesta ini
Nama : Maya Dewi Purnama, S. Pd
Jenis Tulisan : Puisi
KERASNYA PERJUANGAN
Hidup adalah pilihan
Hidup juga tidak mudah
Jangan sangka, hidupselalu bahagia
Jangan sangka, hidup hanya enak-enak saja
Jika kau berfikir hanya itu saja
Maka kau perlu melihat luasnya dunia
Banyak orang yang ingin menjatuhkan
Tutur katanya yang menyakitkan
Sehingga tak jarang membuat hidup orang berantakan
Itulah hidup butuh sebuah perjuangan
Jangan sampai kau merasa terlena
Dengan kehidupan yang pana
Suatu ketika akan datangsebuah luka
Dan kau harus pasang kuda-kuda
Hidup butuh perjuangan
Dimana kau tak hanya bias berpangku tangan
Namun harus berani dalammengambilkeputusan
Jika kau benar, maka akan bertemu kesuksesan
Sehingga kehidupanmu akan lebih nyaman
Nama : Neng Dewi Rosmiati, S. Pd
Jenis Tulisan : Quotes
Bahagia itu pilihan
Bahagia itu sederhana
Semakin sederhana cara berfikirmu
Maka semakin mudah bahagia menghampirimu
Saat duka membelenggu
Saat lara menghantui
Ingatlah orang-orang yang kau cintai
Ingatlah mereka yang memberimu cinta
Niscaya pelangipun kan hadir
Aku bahagia melihatmu tersenyum
Aku sedih melihatmu menangis
Maka tersenyumlah untukku
Karena kau sumber energiku
Nama : Neni Nurhayati, S. PdI
Jenis Tulisan : Puisi
TUA NAN MULIA
Matahari tepat diatas kepala
Langkah layu kau susuri jalan
Tak seberapa yang kau jajakan
Kau pikul penuh harapan
Keringat suci bercucuran
Membasahi seluruh badan
Semangatmu tak pernah padam
Agar hidup terus bertahan
Kau panggil satu per satu
Sang kaya hanya termangu
Tanpa mau menyentuhmu
Karena baginya tidaklah perlu
Sang maha kaya yang mengatur
Rejeki bukanlah tolak ukur
Semoga hidupmu makmur
Di usiamu yang sudah berumur
Nama : Rini Ervina, S. Pd
Jenis Tulisan : Puisi
JANGAN MENYERAH
Kobarkan semangatmu
Untuk mencari ilmu
Meski sesaat kau lelah
Namun pantang kau kalah
Kuatkan daya juangmu
Dengan doa dan usaha terbaikmu
Janganlah menyerah
Untuk meraih masa depan yang cerah
Sekolah seumpama jembatan
Bagi dirimu untuk menggapai harapan
Pilihan di tanganmu itu
Penentu jalan suksesmu
Berhenti atau tetap maju
Melanjutkan langkahmu
Tetaplah bekali dirimu dengan ilmu
Tanpa jemu
Akan tiba saatnya
Lelahmu menghilang
Kala cita menjadi nyata
Hari esok kan cemerlang
Nama : Tri Aris Dharsono, S. Pd
Jenis Tulisan : Puisi
Tangisan Alam
Bumi ini amanah
Hutan, pohon, sungai, air dan tumbuhan
Mereka butuh kasih sayang kita agar bisa berbagi
rasa
Mengapa?
Karena manusia bersahaja
Punya rasa cinta menjaga lingkungannya
Alam akan bersedih bila kita tak perduli padanya
Tangisannya membawa musibah
Sehatkah pikiran kita?
Mewariskan alam yang rusak pada generasi
Hingga mereka harus menelan pahit getirnya derita
Bahkan..
Merusak sendi-sendi kehidupan anak cucu kita
Semua karena kita tak pandai berterima kasih pada
alam
Berbuatlah !
Agar hidup kita berguna
Demi agama, nusa dan bangsa








Komentar
Posting Komentar