KARYA TULIS GURU BULAN MARET
KARYA TULIS GURU BULAN MARET 2023
Nama : Rini Ervina, S. Pd
Jenis Tulisan : Puisi
TAK LAGI SAMA
Semua tak lagi sama
Terhenti di noktah yang hitam
Cermin yang retak
Luruh, remuk tak berbentuk
Hancur, retak terserak
Masihkah kau percaya?
Semua kan kembali sama
Saat rasa itu pupus
Seolah terbang dan menghilang
Masihkah kau yakin?
Bisa menyatukannya kembali
Kini diam adalah akhir
Menjagamu dari rasa sakit
Bertahan dari kecewa
Karena untuk melepaskan
Memang tak semudah itu
Membiarkannya pupus
Menjadi ilusi untukmu
Menguatkanmu dalam kenyataan
Untuk kau jalani
Saat semua ….
Tak lagi sama
Nama : Maya Dewi Purnama, S. Pd
Jenis Tulisan : Cerpen
Kehidupan Yang tak di inginkan
Hari-hari yangtelah dilalui dengan penuh rasa kesepian tanpa seserorang yang menemani seakan kehidupan yang mula penuh dengan kebahagiaan kini terasa sepi karna taka da lagi yang memberikan perhatian memeberikan kebahagiaan dalam kehidupan.
Tapi dengan semua itu mengajarkannya untuk hidup lebih mandiri dan dewasa lagi dalam menentukan keputusan,kisah cinta yang terjalin di masa putih abu memberikansebuah pelajaran yang sangat berharga bagi dirinya bahwa sesungguhnya semua makhluk akan kembali kepada sang pencipta.
Sebutlah Ai yang gadis desa yang kini mulai beranjak dewasa yang mana akhirnya lulus sekolah SMA dengan nilai yang diperolah sangat baik, kini temannya sering menyebut dengan sebutan kirana karena nama lengkapnya adalah Ai kirana wijaya akhirnyamasuk salah satu perguruan tinggi disebuah fakultas keguruan namun kirana ini karena dari awal hidupnya sangatlah mandiri jadi semua biaya di peroleh dengan kerja magang di sebuah klinik kecantikan begitulah kehidupan nya berlanjut.
Hingga pada suatu hari kirana bertemu dengan teman sewaktu kecil yaitu dudu yang dia tidakmelanjutkan sekolah keperguruan tinggi namun melanjutkan pekerjaannya sebagai masinis di PTKAI pertemuan yang tak terduga itulah membuat mereka berdua merasakan suasana yang dulu pernah ada akhirnya mereka pun menjalin hubugan namun kali ini berbeda dimana hubungannya di desak oleh kedua orang tuanya untuk segera melaksanakan pernikahan.
Akhirnya kirana memulai kehidupan rumah tangga walau pertemuan nya yang sangat singkat walau dudu adalah teman bermain di waktu kecil namun kirana tidak mengetahui bagaimana kehidupannya setelah dewasa setahun kehidupan rumah tangganya dilalui walau kirana harus memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah karena ternyata dudu adalah seorang yang prosesif dia tidak mengijinkan kirana untuk keluar rumah selain itu banyak perubahan yang terjadi dimana dudu ini seorang laki-laki selain prosesif terhadap pasangannya juga sering melakukan kekerasan terhadap kirana walau taka da kesalahan sedikit pun mungkin ini terjadi karena dudu sering minum-minuman keras dengan teman-temannya satu tahun di lalui dengan penuh derita kirana akhirnya mengandung anak pertama mereka namun bukannya kebhagiaan yang datang dalam kehidupannya namun justru malah dudu sering bermain perempuan.
Di suatu malam dudu pulang dalam keadaan mabuk yang diantar oleh teman perempuannya kirana menyambut suaminya itu dengan penuh kesal namun selain itu teman perempuan nya pun minta ijin untuk menginap kirana yang baik mengijinkan untuk menginap malah justru melayani mereka berdua dengan menyediakan air hangat hingga memberikan baju tidur untuk teman permpuan nya namun apa yang terjadi suaminyamalah tidur satukamar dengan teman perempuannya itu. tak kuasa kirana tidak terima dengan perlakuan suaminya itu hingga akhirnya kirana memutuskan untuk keluar dari rumah.
Tak lama lahirlah seorang bayi mungil perempuan buah hati kirana dudu pun meminta untuk kirana kembali kerumah namun kirana tidak sanggup harus menghadapi perlakuan dari suaminya itu dan memutuskan untuk bercerai dan mengurus buah hati seorang diri. Sekian
Tamat.
Nama : Fazar Nurhaqqi, S. Pd
Jenis Tulisan : Puisi
Senja Yang Indah
Keemasan cahaya di cakrawala
Di ufuk barat saat hari mulai senja
Terbelalak mata saat memandangnya
Keindahan dari sang maha pencipta
Sang surya bersiap untuk tenggelam
Menjemput mesra ketenangan malam
Meneguk cahaya dalam-dalam
Menyempurnakan keindahan malam
Lembayung indah tampak kekuningan
Gradasi warna bagaikan lukisan
Di sudut langit yang tipis berawan
Hiasan terbesar sepanjang zaman
Nama : Neng Dewi Rosmiati, S. Pd
Jenis Tulisan : Puisi
BELAHAN JIWA
Kau hadir disaat ku sendiri dan tersesat
Kau hadir ulurkan tangan dan merangkulku
Bersamamu telah kulewati separuh usiaku
Bersamamu kita lewati segala rasa dan perbedaan
Kini kau sedang terbaring lemah
Separuh jiwaku ikut sakit
Sesak rasanya harus menjalani ini
Namun, seperti biasa aku yakin…
Kau akan mampu bertahan
Kita akan mampu berjuang dan bertahan bersama
Kita akan selalu saling merangkul dan menguatkan
Kita akan tersenyum bersama setelah badai lewat
Lekaslah sembuh belahan jiwaku, imamku
Mari kita wujudkan mimpi kita yang tertunda
Mari kita raih kebahagiaan bersama
Mari kita tersenyum dan mengucap ALHAMDULILLAH bersama
Nama : Tri Aris Dharsono, S. Pd
Jenis Tulisan : Puisi
Biru
Di ujung samudera
Terjulur pulau terpencil
Tak tersentuh jangkauan dunia
Namun tetap mempesona hati
Pantainya yang terhampar luas
Dikelilingi tebing-tebing batu
Ombaknya yang menari-nari
Mengiringi derai angin yang berbisik
Di pulau terpencil ini
Hiduplah penduduk sederhana
Berjibaku dengan alam liar
Menjalani hari-hari dengan penuh ketabahan
Mereka menangkap ikan di laut
Mengolah hasil bumi dengan telaten
Menyanyikan lagu-lagu daerah
Merajut asa di tengah kesendirian
Oh, pulau terpencil yang terasing
Kau begitu misterius dan magis
Berserahlah pada alam yang menjagamu
Menjaga keaslianmu dari keramaian dunia
Nama : Idah Holidah, S. Pd, M. Pd
Jenis Tulisan : Puisi
Senja
ini tentang manusia yang bukan hanya
sekedar menjadi rumah.
Tapi menjadi dunia untuk setiap langkah
kecil yang di pijakkan.
Menjadi telinga saat riuh di kepala
berterbangan.
Menjadi sandaran tat kala semesta
menjatuhkan.
Dan menjadi panghangat tat kala badai
kehidupan menerjang.
Dia manusia hebat yang tangguh, berdiri di
antara ilalang, selalu tersenyum lebar di atas awan.
Terimakasih manusia yang saya sebut sebagai
dunia, bukan hanya rumah tapi semesta.
Nama : Neni Nurhayati, S. PdI
Jenis Tulisan : Puisi
PEPATAH HIDUP
Belajarlah seperti akar……tidak terlihat tapi banyak
memberikan manfat
Belajarlah seperti laba – laba…….walaupun rumahnya
sering hancur ia selalu membuatnya lebih
kuat lagi
Belajarlah seperti burung……..ketika ia mampu
terbang tapi ia tidak lupa dengan daratan
Belajarlah seperti air……….selalu dibutuhkan tapi
setelahnya di buang
Belajarlah seperti padi……..semakin berisi semakin
merunduk
Nama : Elan Siswandi Atmaja, S.Pd
Jenis Tulisan : Cerita Bersambung
Terlihat dengan jelas ditempat arca tadi yang saya
lewati sekarang berdiri 2 mahluk besar dengan wajah yang begitu menyeramkan.
Taring taring gigi nya panjang keluar, kuku jari panjang bagaikan pisau yang
siap merobek apapun yang ada didekatnya. Seekor ular besar melilit tubuh besar
tersebut seakan seekor peliharaan yang menjaga tuannya.
Melihat itu seluruh tubuh serasa kaku, saya cuman
bisa berdiri pasrah pada nasib apapun yang akan menimpa saya.
Terlihat mereka mulai berjalan kearah ku. Semakin
dekat dan dekat…. Seluruh badan semakin gemetar karena menahan ketakutan yang
sangat kemudian saya merasakan kepala yang pusing dan pandangan kabur………….
Setelah itu saya tidak tau apa yang terjadi sampai
terdengar ada suara memanggil..
Mas… Mas.. XXXXXXXXXX ( anic
Jawa aneh Mc gk ngerti maksudnya),
Mas XXXXXXXX….
Saya pun membuka mata dengan perlahan, kepala masih
terasa berat. Kemudian saya menengok ke arah suara yang memanggil.
Terlihat ada seorang wanita muda memakai kebaya
cerah berada didepan saya.
Saat sedang terheran tiba tiba teringat kejadian
sebelumnya saat melihat 2 mahluk aneh yang membuat saya lompat dengan panic dan
teriak…
wuaaaa…..h… ah… ah…. Astagfirullahalazim…
xxxxxxxxxx mas…
mbak…! ini dimana bak ?… kata saya..
xxxxxxxxxx xxxx xxxx mas xxxx.!
sayapun mengkerutkan kening saya karena tidak
mengerti aya yang dia katakana, tapi sepertinya dia juga mengerti kalau saya
tak paham bahasanya. tiba tiba dia mendekat dan meletakan tangannya diatas
kepala saya.
saat tangan wanita itu menyentuh kepala saya tiba
tiba muncul banyak memori yang membuat saya mual dan pusing.
Bagai mana mas perasaannya ?…. kata wanita tadi
Loh… kok sekarang saya mengerti… apa dari tadi ni
si embak bisa sebenarnya pake bahasa Indonesia. terus ngapain juga tadi…
hadeh.. biarkan lah.. pikIr saya.
udah agak mendingan mbak.. kata saya..
Bagus…. kata wanita tadi
kita ada di Lalijiwo mas.
Lalijiwo ?
iyoh… Lalijiwo. mas sendiri kok bisa tiduran di
sini ?
eh… mendengar pertanyaan itu membuat saya bingung.
masa saya harus cerita ketemu mahluk aneh dan sampai di sini kan gk mungkin dia
percaya, jadi saya simpan cerita itu.
anu… saya sedang mendaki gunung Arjuno bersama
teman teman saya, tapi saya juga bingung kok bisa ada di sini ya.. perasaan
tadi saya lagi nyari kayu bakar didekat pohon besar.
mengingat itu tiba tiba saya tersadar kalau
sekarang sudah pagi, matahari terlihat di timur bersinar dengan cerah. dan saat
saya melihat sekitar saya berada ditempat yang tidak tau ada dimana.
bak.!. maaf ini masih di gunung Arjuno kan ?
terlihat wanita itu mengangguk. secara samar samar
saya seperti mendengar ada suara gamelan yang serasa terus bertambah keras
suaranya.
bak ada acara apa di sini, seperti ada suara ramai
ramai orang memainkan gamelan..
ouh ia.. sekarang sedang ada acara pernikahan di
sini.
buset siapa yang mengadakan acara nikahan di hutan
gunung kayak gini, pikir saya.
Nikahan mbak…? Saya heran
Ia nikahan, dan karena masnya dah ada disini juga.
jadi untuk menghargai yang punya hajatan, kita harus kesana juga…
Tapi kan saya gak dapet ondangan mbak…?
Makanya mas ada di sini berarti mas juga di
ondang….
Ouh gitu ya..?
Ayo berangkat…. Sembari mengulurkan tangan kearah saya… agak terpaku sih sejenak.. karena tidak tau harus apa, sayapun meraih tangan itu dan berdiri untuk mengikuti dia menuju ke acara hajatan yang tidak saya tau siapa.
Saya berjalan mengikuti gadis berkebaya cerah itu
dengan perasaan agak canggung. Ouh ia saya kan belum tau namanya siapa..
Saya pun menanyakan nama dia…
Kalau boleh tau, nama embak siapa ya..?
Iyoh,.. saya belom ngenalin nama dari tadi… nama
saya Tribuana Larasati, mas bisa panggil
saya laras.. mas sendiri siapa..?
Ouh saya Habib….
Oh ia mbak laras, kok ada yang ngadain nikahan di
hutan kayak gini ya….
Sttt… jangan sembarangan kalau ngomong… ini masih
kawasan lalijiwo, nah di depan sana itu adalah perkampungannya..
Ouh… ada perkampungan di sana..
Sekalian bisa minta tolong ini ( pikir saya )
Langkah demi langkah tidak terasa lama saat kami
berjalan menuju perkampungan yang dikatakan Laras. Terlihat gapura bambu
didepan mata menuntun ke arah sekumpulan orang yang sedang ramai menyaksikan
kesenian degung disertai lenggak lenggok tarian dan suara nyanyian daerah
kroncong.
Saya terus memperhatikan keadaan pesta pernikahan
ini yang agak lain dari biasanya, semua tamu mengenakan pakaian jaman kerajaan.









Komentar
Posting Komentar