KARYA TULIS SISWA BULAN FEBRUARI #7
Pembimbing : RINI ERVINA, S. Pd
KARYA TULIS SISWA BULAN FEBRUARI 2023
Nama : Anjar Hadi
Jenis Tulisan : Pantun Nasihat
Pak mamat pergi ke Myanmar
Pulangnya jalan ke utara
Rajin rajinlah belajar
Agar bisa mencapai cita cita
Pak udin pergi umroh
Pulangnya dua minggu lagi
Kalau ada uang harus lah ber
sodakoh
Agar dibalas Allah derajat yang lebih tinggi
Pak mamat jualan tomat
Di pasar malam
Rajin rajinlah solat
Agar hati tenang dan tentram
Nama : Novy Fitriani A.M
Jenis Tulisan : Pantun
Satu tambah satu sama dengan dua
Satu tambah dua sama dengan tiga
Hormat kedua orang tua
Agar kamu masuk surga
Pintu terbuka karena angin
Karena angin kincir berputar
Teruslah belajar yang rajin
Supaya kau jadi pintar
Baca koran mencari kabar
Baca nya sambil rebahan
Belajarlah menjidi sabar
Orang sabar disayang tuhan
Jalan jalan ke kota Bandung
Jangan lupa mengisi saku
Kalau kamu sedang bingung
Jangan lupa baca buku
Nama : Yanti Nurhayati
Jenis Tulisan : Cerpen
"SENYUM TERAKHIR"
Dengan nafas yang terengah-engah setelah mengendarai sepeda, aku
terhenti saat ku melihat dia. Aku tak tau siapa dia. Wajahnya cukup cantik dan
manis. Aku singgah membeli segelas air untuk melepaskan dahaga yang melanda
tenggorokanku.
Setelah beristirahat aku langsung mengayuh pedal sepeda untuk pulang ke rumah. Kedua orang tuaku sedang pergi ke sebuah tempat yang aku tidak tau. Aku segera pergi mandi karena badanku sudah bermandi keringat. Setelah mandi aku memakai pakaian dan menuju taman yang tak jauh dari sekitaran rumahku. Aku kaget dia juga sedang berada di taman. Tanpa pikir panjang aku langsung menghampirinya. "Hai....." kataku.
Dengan senyum aku menyapa. Tapi dia tidak merespon dan tetap saja membaca sebuah novel. Sekali lagi aku mengulangi sapaanku. Tapi dia tetap saja membaca novel.
Nama : Natasya Febrianty
Jenis Tulisan : Puisi
KEHIDUPAN
Aku masih bernafas.
Namun jiwaku telah lama tewas.
Kebahagian yang cukup ringkas.
Semua harapan terpaksa ku hempas.
Menjerit setiap malam.
Tangan yang bengkak dan legam.
Lisan yang terpaksa bungkam.
Dihantui peristiwa tahun silam.
Entah sampai kapan.
Aku sudah lelah berjalan.
Memikul ribuan beban.
Mau heran ini kehidupan.





Komentar
Posting Komentar