KARYA TULIS SISWA BULAN MARET #3
Pembimbing : IDAH HOLIDAH, S. Pd, M. Pd
KARYA TULIS SISWA BULAN MARET 2023
Nama : Neng Dalfa
Jenis Tulisan : Cerpen
FUTURE
Di suatu desa ada anak bungsu
yang selalu saja menangis di setiap doanya, ya dia menangis karna keluarganya,
tetapi bukan karena orang tuanya berpisah, melainkan karena isi dari keluarga
tersebut
Di suatu hari di sekolah
delina yaitu di SMPN **** mengadakan
acara career day dimana sekolah' SMA/SMK mengadakan promosi sekolahnya masing
masing, dari dulu si keputusan delina udah bulat untuk melanjutkan sekolahnya
ke SMA karena delina ingin melanjutkan ke jenjang kuliah tetapi SMK juga bukan
berarti gabisa kuliah cuman agak rumit aja, delina pun sempat kagum dengan
sekolah yang bisa dibilang paling bagus tetapi delina teringat bagaimana
ekonomi keluarganya, delina pun menggugurkan harapannya itu jikalau ada harapan
pun pasti hanya 1,2%, tetapi yang membuat delina semangat adalah ada sekolah
yang sekaligus menyediakan tempat tinggal atau yang sering di bilang pesantren
delina sangattt begitu semangat karena dia memang bercita cita ingin meneruskan
SMA nya sambil mesantren
Sesampainya di rumah delina pun
memberanikan diri untuk meminta ijin kepada orang tuanya "emm ke bapa dulu
kali ya minta ijin nya, bismillah" delina pun mencari dimana keberadaan
ayahnya "pa delina boleh minta ijin ga", " ijin apa",
" delina pengen banget pa sekolah di sini" sambil menyodorkan brosur
berharap brosur itu di ambil oleh ayahnya, namun ayah delina tak menghiraukan
apa yg di sodorkan delina, melirik pun mungkin tidak sempat, ayah delina pun
pergi begitu saja, delina pun mengejar ayahnya "pa tunggu dulu pa delina
belum selesai, ini gratis ko cuma bayar makan doang", "ngapain
sekolah jauh jauh yang penting otak yang pinter", delina tak bisa berkata
kata lagi dia pun masuk kembali ke rumah "delina pengen banget sekolah
sambil mesantren pa" sambil terisak isak menahan tangis agar tidak ketauan
ibunya, sesampainya di kamar delina pun segera mengusap air matanya dan
bergegas mencari keberadaan ibunya, "ma liat deh sekolah nya bagus"
ibu deyna pun melirik apa yang deyna tunjukkan "deyna boleh kan sekolah di
sini, malahan di sediain pesantren loh ma, deyna pengen banget sekolah sambil
mesantren, lagipula ini gratis ko ma cuma bayar makan aja", "gausah
mesantren jauh jauh kalo emang bener bener niat mesantren yang deket juga
ada", "di situ kan beluam ada kamar buat perempuannya ma",
"mama bisa titipin kamu di bi santi, deket ko rumahnya sama pengajian
nya", "malu lah ma", "katanya pengen mesantren",
"iya ma pengen banget tapi kalo masih deket rumah mah masih tenang, ini
juga kan kemauan mama buat aku mesantren katanya pengen aku jadi
ustadzah", "itu memang kemauan mama tapi mama juga gamau jauh dari
kamu mama khawatir, kalo kamu emang kekeh mau mesantren yaudah sana mesantren
gausah sekolah" ibu delina pun menangis, dan ya delina pun terdiam
menyesali kata katanya, "maafin delina ya ma delina gabakal ngatur ngatur
lagi sekolah dimana, sekarang delina bakalan pokus belajar aja" ibu delina
pun pergi sambil menangis mungkin mengingat ekonomi keluarga kami, delina pun
pergi ke kamarnya dan menangis karena impiannya yang untuk keduakalinya gugur
kembali, saat itu deyna mendengar suara kakak nya mungkin dia sudah pulang dari
kantornya, delina pun bergegas keluar kamar dan menghampiri kakak nya, "ka
boleh kan aku sekolah di sini", "jadi anak gausah nawar gimana yang
mau ngebiayain aja, udah bersyukur di sekolahin liat tuh masih banyak orang
orang yang pengen ngelanjutin sekolahnya tapi gabisa", deyna pun sudah
lelah dengan semua ini dan kembali masuk ke kamarnya, "kenapa si aku
selalu salah dimata keluargaku" sambil terisak tangis
Keesokan harinya saat delina
sedang ngumpul bareng teman temannya silvy pun membuka topik "hey kalian
tau ga, aku ga nyangka banget ", "kenapa emang?", "jadi
gini kemaren kan aku sama keluarga aku tu abis jalan jalan ya, trus pas pulang
nya aku di daftarin di sekolah **** ga nyangka banget sumpah", "wah
kamu beruntung banget ya hhe" ternyata silvy di daftarkan orang tuanya ke
sekolah yang bisa di bilang paling bagus itu yang pernah deyna impikan
*kenapa si dia seberuntung itu
bisa dapetin sekolah yang dia impikan, kalo aku si mana mungkin ekonomi
keluargaku aja masih kurang
#saya belajar dari
pengalaman saya sendiri bahwa kita jangan lupa bersyukur karena masih banyak
orang disana yang ingin seperti kita
Nama : Rehan Muhamad Paisal
Jenis Tulisan : Puisi
KUCING
kucing kucing.......
kau hewan peliharaan bulumu halus kau sangat imut
kau suka makan ikan
dan suka mengejar tikus kau suka berguling guling
suaramu meng.....meong...
Oh kucing....
Kau begitu menggemaskan
Tubuh dan bulumu yang bermacam warna
Bulumu yang lembut
Tingkahmu yang lucu Membuatku ingin selalu bermain denganmu Kau
berjalan kesana kemari
Dengan begitu lincah dan manisnya
Nama : M Hadi
Jenis Tulisan : Cerpen
Kisah burung bangau yg angkuh
Suatu pagi yang indah, seekor burung bangau sedang berdiri dipinggiran
sungai. Ia melihat ke sungai dan melihat ikan-ikan yang berenang dipinggiran
sungai. Saat itu, ia berkata dengan angkuh. “Aku tidak ingin memakan ikan-ikan
yang kecil pagi ini. Ikan yang kecil tidak pantas untukku, seekor bangau yang
anggun.
Saat ikan-ikan kecil lewat, Bangau tidak mau mengambilnya. Ia menunggu
hingga ikan-ikan yang lebih besar berenang di pinggiran sungai. Hingga
akhirnya, seekor ikan besar lewat. Namun, bukannya mengambil, ia justru kembali
berkata. “Aku tidak mau makan ikan sebesar itu. Itu terlalu besar untukku.” Hingga
akhirnya, Bangau menunggu lagi disana. Matahari mulai naik dan hari sudah mulai
panas. Air menyurut dan para ikan berenang ke tengah sungai.
Bangau berusaha mengejar mereka, tapi ia tidak bisa berenang ke tengah
sungai. Akhirnya, ia hanya bisa memakan siput-siput yang tertinggal di
pinggiran sungai dan sama sekali tidak mendapatkan ikan.
Nama : Sallsa
Jenis Tulisan : Puisi
perpisahan...
Terimakasih sudah sama-sama
berjuang selama 3 tahun,mulai dari
daring,sesi ganjil genap,dan akhirnya kita bisa belajar di ruangan yang sama
dengan formasi lengkap 29 orang,kita lebih dari teman,kita keluarga.Terimakasih
juga udah memberikan banyak pelajaran serta pengalaman yang tidak akan pernah
di lupa.
Saat kita tak lagi
bersama,sakit hati yang pertama di rasa,terasa perjalanan hari ini hampa,hari
demi hari tak ingin berjumpa,sesakit inikah rasaa yang ada.
Akhirnya kita ada di titik
dimana kita harus berpisah,tidak ada lagi canda tawa di antara kita,selamat
melanjutkan perjalanan,kenangan kita akan tetap abadi.see you next time guysss





Komentar
Posting Komentar