KARYA TULIS SISWA BULAN MARET #5

   




Pembimbing : NENG DEWI ROSMIATI, S. Pd


 

KARYA TULIS SISWA BULAN MARET 2023

 

 

Nama                    : Nayrus Ag Maysabta

Jenis Tulisan          : Cerpen

 



Kegagalan

Suatu hari ada seseorang bernama Sahira yang sedang mengikuti ujian kenaikan kelas. Pada saat itu ada teman Sahira bernama diza , Zahra , Najla mereka duduk berjauhan tetapi Zahra dan Najla  satu bangku, diantara mereka berempat  ada 1 yang selalu menyontek , alhasil dia selalu mendapatkan nilai bagus . Sahira ,Najla ,san zahra selalu mendapatkan peringkat 5 besar atau 3 besar , tetapi diza selalu 10 besar pada selesai ujian kenaikan kelas diza mendapatkan peringkat ke 3 dan Sahira , Najla , Zahra tergeser menjadi 5 besar . Meraka bertiga tidak terima karena selama 1 Minggu diza selalu merebut lembar jawaban teman temannya. Jadi untuk kalian cari teman yang benar benar mengerti attitude dan tidak main seenaknya.

 

 

Nama                    : Ririn Rismayanti

Jenis Tulisan          : Cerpen

 



Firasat hati

 Tanggal 12 november adalah hari yang menyakitkan dimana pada tanggal itu kakek meninggalkan kita semua untuk selama lamanya.Berawal pada saat itu kakek sakit,seperti biasa aku berangkat sekolah,di sekolah aku gelisah,hati serasa tidak enak.firasat ku mengatakan ada kejadian pahit di rumah.selang beberapa menit Ayah datang untuk menjemput aku dan meminta izin agar aku bisa pulang lebih awal,setelah ayah menghampiri aku dan mengajak aku untuk pulang aku sangat bingung dan bertanya tanya ada apa ini??sambil membereskan buku buku ke dalam tas aku semakin kebingungan,setelah aku membereskan buku buku aku pamit kepada guru yang sedang mengajar di kelasku,aku bergegas menghampiri ayah.Di perjalanan pulang aku berusaha untuk berfikir positif tapi setelah sampai di gang rumah nenek aku melihat banyak sekali orang aku semakin kebingungan dan aku bergegas untuk masuk kedalam rumah nenek,dan tak ku sangka kakek yang tadi pagi baik baik saja sekarang sudah tidak ada,disitu tangisan ku pecah,tapi insyaallah kakek sudah tenang di alam sana,

I MISS YOU GRANDPA

 

Nama                    : Sayyidatul Azkia

Jenis Tulisan          : Pantun Pendidikan

 


Nonton televisi sambil duduk berdua

Makan camilan teksturnya padat

Meski usia sudah tak lagi muda

Membacapun harus tetap semangat

 

Pisau dapur memang harus diasah

Supaya daging mentah bisa dicacah

Murid belajar tanpa kenal lelah

Niscaya masa depan dapat faedah

 

Sungguh bahaya ular kobra

Jika terpatuk bisa koma

Sungguh senang aku rasa

Jika kita sukses bersama

 

 

Nama                    : Sifa Ardhya

Jenis Tulisan          : Puisi

 

 


SENJA

Entah kali keberapa kita berpapasan.

Kau menyapa ramah diriku dipenghujung hari.

Aku suka caramu dalam menyapa lembut bersama angin.

Aku suka caramu membawa kesunyian.

Aku suka caramu dalam membawa ku pada sebuah ketenangan.

Aku suka caramu dalam memikat diri ini.

Entah.

Sayangnya kau hanya datang sesaat.

 


Nama                    : Teti Martini

Jenis Tulisan          : Puisi

 


Tidak semua seberuntung kita

Malam minggu sehabis pulang dari rumah teman, ibu mengajakku ke pasar tradisional yang letaknya di perempatan.Keesokan harinya, sehabis mandi aku memanaskan motor dan mengisi bensin di warung sebelah sebelum menuju pasar, aku melihat ibu sudah bersiap-siap untuk berangkat.Sesampainya di pasar, sungguh tersentuh hatiku melihat seorang peminta-minta di samping tempat parkir, memegang sebuah buku bertuliskan “Belajar Menulis dan Membaca” Sontak saja, air mataku mengalir perlahan menyaksikan kenyataan tersebut.Aku mulai menyadari betapa banyaknya orang-orang di luar sana yang tidak punya kesempatan bersekolah secara formal.

Aku berinisiatif untuk memberikannya makanan serta beberapa buku pembelajaran, tanpa sepengetahuan ibu.Sembari menunggu ibu selesai belanja, aku bergegas membeli beberapa jenis makanan serta buku bahan bacaan untuk si peminta-minta tersebut.Di tengah obrolan dengan anak itu, aku melihat ibu sudah sampai di parkiran. Aku pun pamit dari anak tersebut dan dia benar-benar berterima kasih kepadaku.“Bu, udah lama…?” Tanyaku.“Belum. Kamu dari mana aja tadi…?” Tanya ibu penasaran.“Dari situ, Bu….” ucapku sambil menunjuk ke arah anak tersebut.“Aku membelikannya makanan dan buku. Aku sangat kasihan dengannya yang kurang beruntung baik dari segi ekonomi maupun pendidikan,” sambungku.“Bagus, akhirnya kamu menyadari bagaimana dunia ini menciptakan perbedaan, dan itulah yang harus selalu disyukuri setiap manusia.” tuntas ibu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK MENJADI PRODUK KESENIAN DI SMP NEGERI 2 CIPONGKOR

KARYA TULIS GURU BULAN FEBRUARI

VIDEO REVIU BULAN MARET Tantangan Membaca Bandung Barat (TMBB) V 2022