KARYA TULIS SISWA BULAN MARET #5
Pembimbing : NENG DEWI ROSMIATI, S. Pd
KARYA TULIS SISWA BULAN MARET 2023
Nama : Nayrus Ag Maysabta
Jenis Tulisan : Cerpen
Kegagalan
Suatu hari ada seseorang bernama Sahira yang sedang mengikuti ujian
kenaikan kelas. Pada saat itu ada teman Sahira bernama diza , Zahra , Najla
mereka duduk berjauhan tetapi Zahra dan Najla
satu bangku, diantara mereka berempat
ada 1 yang selalu menyontek , alhasil dia selalu mendapatkan nilai bagus
. Sahira ,Najla ,san zahra selalu mendapatkan peringkat 5 besar atau 3 besar ,
tetapi diza selalu 10 besar pada selesai ujian kenaikan kelas diza mendapatkan
peringkat ke 3 dan Sahira , Najla , Zahra tergeser menjadi 5 besar . Meraka
bertiga tidak terima karena selama 1 Minggu diza selalu merebut lembar jawaban
teman temannya. Jadi untuk kalian cari teman yang benar benar mengerti attitude
dan tidak main seenaknya.
Nama : Ririn Rismayanti
Jenis Tulisan : Cerpen
Firasat hati
I MISS YOU GRANDPA♡
Nama : Sayyidatul Azkia
Jenis Tulisan : Pantun Pendidikan
Nonton televisi sambil duduk berdua
Makan camilan teksturnya padat
Meski usia sudah tak lagi muda
Membacapun harus tetap semangat
Pisau dapur memang harus diasah
Supaya daging mentah bisa dicacah
Murid belajar tanpa kenal lelah
Niscaya masa depan dapat faedah
Sungguh bahaya ular kobra
Jika terpatuk bisa koma
Sungguh senang aku rasa
Jika kita sukses bersama
Nama : Sifa Ardhya
Jenis Tulisan : Puisi
SENJA
Entah kali keberapa kita berpapasan.
Kau menyapa ramah diriku dipenghujung hari.
Aku suka caramu dalam menyapa lembut bersama angin.
Aku suka caramu membawa kesunyian.
Aku suka caramu dalam membawa ku pada sebuah ketenangan.
Aku suka caramu dalam memikat diri ini.
Entah.
Sayangnya kau hanya datang sesaat.
Nama : Teti Martini
Jenis Tulisan : Puisi
Tidak semua seberuntung kita
Malam minggu sehabis pulang dari rumah teman, ibu mengajakku ke pasar
tradisional yang letaknya di perempatan.Keesokan harinya, sehabis mandi aku
memanaskan motor dan mengisi bensin di warung sebelah sebelum menuju pasar, aku
melihat ibu sudah bersiap-siap untuk berangkat.Sesampainya di pasar, sungguh
tersentuh hatiku melihat seorang peminta-minta di samping tempat parkir,
memegang sebuah buku bertuliskan “Belajar Menulis dan Membaca” Sontak saja, air
mataku mengalir perlahan menyaksikan kenyataan tersebut.Aku mulai menyadari
betapa banyaknya orang-orang di luar sana yang tidak punya kesempatan bersekolah
secara formal.
Aku berinisiatif untuk memberikannya makanan serta beberapa buku
pembelajaran, tanpa sepengetahuan ibu.Sembari menunggu ibu selesai belanja, aku
bergegas membeli beberapa jenis makanan serta buku bahan bacaan untuk si
peminta-minta tersebut.Di tengah obrolan dengan anak itu, aku melihat ibu sudah
sampai di parkiran. Aku pun pamit dari anak tersebut dan dia benar-benar
berterima kasih kepadaku.“Bu, udah lama…?” Tanyaku.“Belum. Kamu dari mana aja
tadi…?” Tanya ibu penasaran.“Dari situ, Bu….” ucapku sambil menunjuk ke arah
anak tersebut.“Aku membelikannya makanan dan buku. Aku sangat kasihan dengannya
yang kurang beruntung baik dari segi ekonomi maupun pendidikan,”
sambungku.“Bagus, akhirnya kamu menyadari bagaimana dunia ini menciptakan
perbedaan, dan itulah yang harus selalu disyukuri setiap manusia.” tuntas ibu.






Komentar
Posting Komentar